![]() |
| LRT Jabodebek |
Sudah menjadi kebiasaan sejak usia batita, doi sering kami ajak ekplor ke berbagai belahan dunia (eh masih kota deh, hehe) dengan memakai sarana transum atau transportasi umum. Sejak diperantauan pertama menggunakan KRL awal awal tahun 2019an kalau gak salah ya soal lupa lagi pokoknya tepatnya seusia anak saya ketika doi berumur 3 tahunan. Sebelumnya sudah sering dengar aja kalau teman suka naik KRL dan waktu itu belum tertarik karena yang ada di bayangan saya naik KRL itu tidak nyaman penuh sesak dan takut kelewat kalau mau turun, karena dulu pernah naik KRL belum ada announcement nya.
![]() |
Berawal dari iseng pengen ngajak jalan anak, tiba tiba terbesit begitu aja pengen ngajak jalan jalan naik KRL, waktu itu cuma bolak balik antar stasiun aja sebagai perdana. Hasilnya bikin doi ketagihan dan sampai sekarang jadi railfans. Menjajal dari stasiun ke stasiun lain, sampai doi hafal tipe tipe kereta dan perkembangan kereta api di tanah air bahkan manca negara, dia selalu update lewat youtube dan media sosial lainnya.
![]() |
| Perpisahan dengan JALITA |
Positifnya, otaknya jadi terstimulasi untuk menyerap pengetahuan, meskipun belum menjajal ke belahan dunia tapi doi tidak tertinggal oleh perkembangan zaman, khususnya dunia perkereta apian. Di mulai dari menjajal Commuter Line, lalu MRT, LRT, KA Bandara Soetta lalu merambah ke Bus Transjakarta dan Bus tingkat.
![]() |
| Railfans |
Bukan sekedar menikmati, ternyata anak ini selalu menyimpan baik-baik hal yang merasa tertarik untuk di ulik, selalu mengamati setiap perjalanan hingga menciptakan pengalaman yang luar biasa dalam benaknya. Ketika berada dalam transum, doi selalu peka dengan yang ada disekitarnya, mulai dari aturan, benda darurat yang ada disekitar, pintu, bunyi peluit, kode tunjuk sebut yang suka dilakukan oleh masinis, sinyal elektrik dan pokoknya masih banyak hal yang di dapat dari berpetualang menggunakan transum.
Suatu waktu saat doi masih PAUD, dia berani menumpahkan isi kepalanya lewat gambar yang dia buat di papan tulis ketika anak lain sedang istirahat dan moment itu direkam sama gurunya dengan menggunakan ponselnya.
Sontak membuat gurunya kagum dan memberikan pujian dan bayangin aja gurunya merekam 3 menit, itu menurut saya sih cukup panjang dan buat memory hp lumayan cepat full. Doi menggambar sekitaran bundaran HI dan berakhir di patung pancuran lengkap dengan gedung-gedung Pencakar langit dengan icon-icon Ibu kota lainnya seperti Monas.
Semenjak itu sampai sekarang, doi jadi cinta dan nyaman dengan yang namanya transum, bahkan kalau diajak jalan-jalan pakai mobil pribadipun dia tidak tertarik, bahkan dengan mobil mewah sekalipun dia akan menolak, dengan alasan bosan gitu gitu aja, tidak ada hal yang menarik dan edukasi ya (kata dia ya).
![]() |
| Naik mobil pribadi nyaman tapi tidak banyak pengalaman/edukasi selama dalam perjalanan (menurutnya) |
Ketika ditanya alasan lebih jelas dia selalu berkata naik transum sekarang tuh enak dengan fasilitas yang ok, tidak kalah mewah dan elegan, kalau mau jalan jalan asal jangan jam sibuk aja boar bisa menikmati, celoteh dia. Bener juga si, naik transum sekarang itu cukup nyaman kok tinggal duduk manis yang sopan dan saling menghargai sesama pengguna, tidak rusuh pokoknya anteng-anteng aja deh ya ikut aturan yang ada supaya perjalanannya nyaman dan berkesan.
![]() |
| Senyaman ini lho naik transum |
Naik transum itu tidak semengerikan yang dibayangin, baca doa sebelum bepergian daripada melamun gak jelas selama diperjalaan mending baca dzikir, jangan terlalu tidur biar kalau ada apa apa bisa tahu dan tidak terlewat sama yang kita tuju, O'ya jangan lupa sarapan juga ya biar fokus sama sekitar, tahu sendiri kan kalau belum sarapan suka tantrum, hehe.
Yes, seseru dan semenarik itu naik transum menurut pecinta transum, dimana kita bisa berinteraksi dengan orang-orang sekitar, melihat apa yang terjadi disekitaran kita, tempat-tempat yang menarik dan banyak lagi pengalaman yang luar biasa lainnya. Karena pengalaman dari perjalanan itu suka menorehkan kisah.
![]() |
| Whoosh whoosh whoosh... Yesss |
Dari sebuah perjalanan, suka mendatangkan ide-ide untuk berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya, tidak harus mahal tidak harus ke luar negeri karena disekitar kita pun banyak kalu mau kita eksplor. Buat kami jalan-jalan itu, tidak harus nunggu kaya atau banyak uang, menggunakan transum pun sudah menjadi wisata yang asyik dan menarik kok.
Dari sini, saya juga merasakan banyak manfaatnya ngajak anak berpetualang dengan menggunakan transum. Minusnya anak yang sudah nyaman dengan transum apalagi sudah jadi railfans, saya sebagai ortunya sayang sudah dibilang tidak muda lagi harus siap ketika doi lagi sakau pengen Eksplor KA dari stasiun ke stasiun, atau hunting kereta baru harus rela nunggu berlama lama sampai tiba giliran kereta lewat dan bahkan harus rela ke Depo kereta yang sudah tidak terpakai, hiks dan itu butuh perjuangan buat aku yang tenaganya sudah terbatas, mungkin kalau masih muda akan asyik ya haha. Dan baru baru ini kami sudah Eksplor ke Depo Depok yang jalannya harus lewat jembatan penyeberangan yang rame banget dan sempit, hiks.
Ada sisi puas karena sudah mengabulkan keinginannya meskipun penuh drama tapi sudahnya suka mencair lagi karena senang aja kalau kemauan anak bisa terpenuhi. Ini benar-benar petualangan dan moment yang tidak bisa di ulang. Petualang Tanpa Batas Anak Transum.








Waktu anak-anak saya masih kecil, transum masih jelek fasilitasnya. Makanya mereka ke mana-mana pakai mobil. Alhamdulillah gak bikin mereka jadi anti transportasi umum. Begitu transum di Jakarta semakin membaik, mereka malah lebih enjoy ke mana-mana naik transum. Memang nyaman banget sih bahkan buat anak-anak kalau transportasinya layak.
BalasHapusSalut banget mbak, sedari kecil anak sudah diajak naik transportasi umum. Jadi, nggak heran kalau anak mbak jadi betah dan nyaman kalau naik transportasi umum.
BalasHapusKeren sih asli, udah jadi railfans sejak dini. Salah satu kebiasaan baik juga kurangi emisi karbon dengan pake transum.
Aku suka banget kalau transportasi umum bisa menjadi bagian dari petualangan anak. Karena buat anak-anak, perjalanan yang bagi kita terlihat biasa justru bisa jadi pengalaman baru yang seru. Naik kendaraan umum, melihat banyak hal di perjalanan, belajar mandiri—semuanya bisa jadi “sekolah” kecil di luar rumah.
BalasHapusSesekali anak-anak juga sering diajak naik transum walaupun gak sering atau masih itungan jari, tapi jika anaknya bawaan udah seneng eksplore ke orang tua juga bawa bahagia ya mbak
BalasHapusNgajak anak naik transum emang seru buat edukasi. Walau lumayan pegel nemenin hunting ke depo, momen si kecil yang ketagihan jadi railfans itu priceless banget.
BalasHapusSeru banget sih ini. Jadi dejavu zaman anak2 masih krucils yg rutin aku aja eksplore dan merasakan naik transportasi umum termasuk KRL. Beneran sampai ujung Green Line aku ajak anak2, cuma memang waktunya biasanya aku pilih hari libur dan di waktu yg agak longgar gt. Bahkan anak2 dulu jg sering ku aja ke museum transportasi di TMII darat laut udara termasuk kereta
BalasHapusbuat anak pasti lebih menyenangkan karena lebih banyak pengalamannya. hebat adek udah banyak banget pengalamannya naik transportasi umum,,,sudah mencoba berbagai sarana transportasi jadi banyak tau ya de,,nambah pinter jadinya
BalasHapuskeren mbak anaknya sudah terbiasa naik transum dan untungnya sekarang transum di Jakarta itu memang bagus banget ya sudah terintegrasi jadinya memudahkan banget sih kalau mau ke mana-mana.
BalasHapus