Langsung ke konten utama

Bendera Merah Putih

Seminggu sebelum hari H, ditempat tinggal saya dulu banyak orang berkumpul mulai dari orang tua, dewasa, remaja dan anak-anak dengan kegembiraan sibuk bahu membahu membantu riasan pernak pernik seperti bendera, lampu hias dan apa saja yang bisa dijadikan riasan unik untuk property tujuh belasan.

Biasanya menjelang sore kami berkumpul dibeberapa titik dan berbagi job desk agar cepat rapi, misalnya ada yang bagian menggunting kertas wajit warna merah putih (karena dulu menggunakan kertas wajit gak seperti sekarang ada bendera plastik yang sudah jadi) bisa berbentuk persegi atau dibuat kaya rantai, ada yang bagian ngelem terus ada bagian yang masang (biasanya anak laki-laki), pokoknya ya suasana kebersamaan seperti itu bikin aku kangen ke masa lalu.

Sekarang yang katanya jaman now, serba canggih dan instan membuat semua orang tidak membutuhkan satu sama lain dan memilih masing-masing (tapi masih mending ya kalau masing-masing tapi masih mau masang bendera didepan rumahnya) tapi nyatanya udah tanggal belasan gini masih aja banyak rumah (terutama rumah pinggir jalan yang mentereng) tapi belum masang bendera (mudah-mudahan saja belum ya dan akan dipasang nanti, mungkin dadakan kali yak) ya semoga saja lah mereka menyadari kalau masang bendera itu penting sebagai pengingat dan penghargaan buat para pejuang kita dulu. Ingat ya "Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa pahlawannya"

Masa iya kita hanya mau menikmatinya saja, sedangkan pejuang kita dulu ratusan tahun hidup dalam penjajahan, sangat miris kalau dengar cerita nenek saat jaman perang, begitu kuatnya mereka hidup berpindah-pindah dipengungsian, kadang makan kadang tidak, belum lagi sport jantung yang selalu bikin dengkul lemas karena harus sigap agar selamat dari bom dan tembakan, duh ngebayangin ya aja udah horor bikin jantungan.

Bersyukur Kita yang hidup di jaman merdeka, gak susah kan meluangkan sedikit waktu untuk sekedar memasang bendera di halaman rumah? Gak disuruh turun ke Medan perang koq, dan harga bendera gak mahal-mahal amat, kalau malas kan bisa nyuruh orang lain, gak ada alasan untuk tidak masang bendera yaa, pokoknya keterlaluan banget deh kamu gak masang bendera, cuma setahun sekali masa berat sih.

Kalau saya mah suka greget kalau belum pasang bendera merah putih dirumah, bawaannya semangat dan senang aja kali lihat jalanan meriah rame dihiasi warna merah putih, berasa banget tujuh belas Agustus nya. Yuk ah kita bangun semangat untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Budaya Batak Yang Unik Dan Beragam Di Wedding Batak Exhibition 2024

Wedding Batak Exhibition 2024 Indonesia dengan keberagaman adat dan budaya menjadikan aku sebagai Bangsa Indonesia yang bangga bisa tinggal di negara yang kaya dengan adat dan budaya. Kagum akan semua kebudayaan dan sangat tertarik ingin mempelajarinya, tak terkecuali budaya Batak sebagai suku leluhur keluargaku yang semuanya belum aku pahami, karena opung doli yang kami cinta sudah berpulang lebih dahulu pada waktu aku masih kecil, jadi tidak sempat belajar dan tanya jawab, hehe. Batak, yang menurut banyak orang di cap dengan watak keras dan nada bicara yang tinggi seolah menggambarkan orang Batak itu "galak", padahal tidak demikian, pernah dengar sejarahnya kenapa orang Batak kalau berbicara nadanya tinggi itu karena jaman dahulunya kan mereka hidup berpencar saling berjauhan dan tinggal di hutan gitu, jadi komunikasinya dengan berteriak jadi terkesan galak. Kalau salah koreksi ya!.  Kembali ke Laptop!  Batak Untuk Indonesia Menyambung dengan event yang digelar di CFD Sarin...

Pagelaran Budaya Batak Wedding Batak Exhibition 2024

  Adat adalah Identitas, adat lebih dahulu ada sebelum Republik Indonesia terbentuk, adat harus dihormati dan dihargai ~ Glenn Fredly  Foto: dokpri Bisa dibayangkan kalau seluruh manusia di dunia hidup tanpa adat dan budaya?, mungkin kehidupan tidak akan mengalami kemajuan teknologi, tidak pintar, zaman akan tetap primitif, tidak ada tarian dan nyanyian khas yang menggambarkan suku tertentu. Indonesia yang kaya dengan adat, budaya dan suku, aku bersyukur menjadi bagian dari negara Republik Indonesia, keberagaman adat budaya yang selalu menarik untuk diulik, rasanya belum semua aku pelajari dan mengenalnya karena terlalu banyak dan beragam. Hidup dilingkungan dari suku Batak, menjadikan aku sangat tertarik dengan adat dan kebudayaan leluhur, setiap apapun itu yang berhubungan dengan adat entah itu ketika sedang ada perayaan pernikahan, kelahiran maupun kematian sudah pasti berbeda antara suku satu dengan suku yang lainnya.  Sedari kecil dibesarkan sama opung doli dan opung...

Selalu Waspada Dari Berbagai Macam Penipuan Online Yang Selalu Mengintai

Dompet digital (e-wallet) pada zaman sekarang ini sepertinya sudah menjadi hal yang krusial, karena  sangat membantu mempermudah urusan financial dengan cepat tanpa ribet. Mau transfer uang, mau bayar IPL tidak harus mengetuk pintu pak RT, mau bayar sekolah tidak harus ke ruang Tata Usaha, bayar listrik gak harus ke PLN  dan mau jajan pun tidak perlu ngubek-ngubek tas cari uang receh, tinggal bayar lewat smartphone, semua langsung beres tanpa buang-buang waktu dan energi. Sesimple itu ya hidup dijaman sekarang. Era digital yang serba cepat dengan segala kemudahannya, tentu ada risiko yang mengintai para penggunanya, semua bisa saja jadi korban tanpa pandang bulu. Semakin canggih teknologi maka semakin tinggi juga permasalahan yang dihadapi. Banyaknya penipuan yang memanfaatkan celah digital semakin sini semakin tinggi kasusnya, karena data pribadi seperti KTP bisa saja disalahgunakan oleh penipu, dan itu bisa berakibat buruk bagi kita. Hal ini menunjukkan betapa rentannya kita...