Langsung ke konten utama

Menikmati Coffee Testing dan Jelajah Budaya di Starbucks Stasiun Kota

Starbucks Coffee Stasiun Kota


Wouw weekend di kota tua tempat bersejarah sambil icip-icip coffee testing dipandu oleh mas Erik yang memberikan tips seputar cita rasa coffe dan trik menikmati kopi supaya berasa hingga ke lubuk hati yang paling dalam, artinya bukan hanya sekedar tahu rasanya coffee itu pahit tetapi juga harus tahu seni menikmati coffee mulai dari racikan dan cara penyajiannya.



Testing coffee

Bertempat di Starbucks Coffee stasiun kota, saya bersama blogger lainnya menikmati suasana desain interior dengan nuansa peninggalan zaman Belanda. Menurut saya pribadi, tempatnya asik, terlebih letaknya di stasiun, jadi ini bisa jadi penolong buat para pengunjung stasiun yang gila coffee.

Eits jangan khawatir, bagi anda yang tidak suka coffee, tempat ini menyediakan berbagai pilihan menu makanan dan minuman lho...ya sangat cocok lah buat isi perut biar gak masuk angin sebelum naik kereta atau ingin melepas penat disaat lagi nunggu yang jemput atau nunggu jemputan hihiiii...tempat ini nyaman dan sejuk.



Yang lebih keren ada mas Kaltum Setiawan dari Komunitas Jelajah Budaya yang menggamblangkan tentang kegiatan komunitasnya yang cinta budaya, menjelajah dati museum ke museum dan tempat sejarah lainnya, ini menarik bagi saya makanya hadir di acara program Starbucks Ayo Ke Museum. Pokoknya like this...nantikan cerita selanjutnya.***

Komentar

Posting Komentar

Terima Kasih sudah mampir ke blog saya, semoga berkesan dan bermanfaat dan jangan lupa boleh tinggalkan jejak dengan memberi komentar, Bye..

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Budaya Batak Yang Unik Dan Beragam Di Wedding Batak Exhibition 2024

Wedding Batak Exhibition 2024 Indonesia dengan keberagaman adat dan budaya menjadikan aku sebagai Bangsa Indonesia yang bangga bisa tinggal di negara yang kaya dengan adat dan budaya. Kagum akan semua kebudayaan dan sangat tertarik ingin mempelajarinya, tak terkecuali budaya Batak sebagai suku leluhur keluargaku yang semuanya belum aku pahami, karena opung doli yang kami cinta sudah berpulang lebih dahulu pada waktu aku masih kecil, jadi tidak sempat belajar dan tanya jawab, hehe. Batak, yang menurut banyak orang di cap dengan watak keras dan nada bicara yang tinggi seolah menggambarkan orang Batak itu "galak", padahal tidak demikian, pernah dengar sejarahnya kenapa orang Batak kalau berbicara nadanya tinggi itu karena jaman dahulunya kan mereka hidup berpencar saling berjauhan dan tinggal di hutan gitu, jadi komunikasinya dengan berteriak jadi terkesan galak. Kalau salah koreksi ya!.  Kembali ke Laptop!  Batak Untuk Indonesia Menyambung dengan event yang digelar di CFD Sarin...

Pagelaran Budaya Batak Wedding Batak Exhibition 2024

  Adat adalah Identitas, adat lebih dahulu ada sebelum Republik Indonesia terbentuk, adat harus dihormati dan dihargai ~ Glenn Fredly  Foto: dokpri Bisa dibayangkan kalau seluruh manusia di dunia hidup tanpa adat dan budaya?, mungkin kehidupan tidak akan mengalami kemajuan teknologi, tidak pintar, zaman akan tetap primitif, tidak ada tarian dan nyanyian khas yang menggambarkan suku tertentu. Indonesia yang kaya dengan adat, budaya dan suku, aku bersyukur menjadi bagian dari negara Republik Indonesia, keberagaman adat budaya yang selalu menarik untuk diulik, rasanya belum semua aku pelajari dan mengenalnya karena terlalu banyak dan beragam. Hidup dilingkungan dari suku Batak, menjadikan aku sangat tertarik dengan adat dan kebudayaan leluhur, setiap apapun itu yang berhubungan dengan adat entah itu ketika sedang ada perayaan pernikahan, kelahiran maupun kematian sudah pasti berbeda antara suku satu dengan suku yang lainnya.  Sedari kecil dibesarkan sama opung doli dan opung...

Selalu Waspada Dari Berbagai Macam Penipuan Online Yang Selalu Mengintai

Dompet digital (e-wallet) pada zaman sekarang ini sepertinya sudah menjadi hal yang krusial, karena  sangat membantu mempermudah urusan financial dengan cepat tanpa ribet. Mau transfer uang, mau bayar IPL tidak harus mengetuk pintu pak RT, mau bayar sekolah tidak harus ke ruang Tata Usaha, bayar listrik gak harus ke PLN  dan mau jajan pun tidak perlu ngubek-ngubek tas cari uang receh, tinggal bayar lewat smartphone, semua langsung beres tanpa buang-buang waktu dan energi. Sesimple itu ya hidup dijaman sekarang. Era digital yang serba cepat dengan segala kemudahannya, tentu ada risiko yang mengintai para penggunanya, semua bisa saja jadi korban tanpa pandang bulu. Semakin canggih teknologi maka semakin tinggi juga permasalahan yang dihadapi. Banyaknya penipuan yang memanfaatkan celah digital semakin sini semakin tinggi kasusnya, karena data pribadi seperti KTP bisa saja disalahgunakan oleh penipu, dan itu bisa berakibat buruk bagi kita. Hal ini menunjukkan betapa rentannya kita...