Langsung ke konten utama

Pentingnya Sosialisasi Untuk Pengguna Narkoba

sumber ilustrasi: bnp.baliprov.go.id
Obat terlarang yang mengandung bahan adiktif dan sejenisnya telah banyak sukses menarik masa dari berbagai kalangan tanpa memerlukan iklan sebagai media penyebarannya. Tidak pandang bulu baik usia remaja, anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar bahkan sampai dengan usia lanjut, mereka  yang telah menjadi korban  harus menelan pil pahit dampak dari penyalahgunaan narkoba.

Banyak yang berpendapat bahwa pengaruh lingkungan dan pergaulan yang salah memungkinkan mereka terjerumus untuk menggunakan narkoba, menurut saya mungkin saja tidak dan mungkin saja iya. Mau pergaulan seperti apapun yang terpenting mempunyai prinsip dan kesadaran diri untuk tidak mengikuti hal negatif dari lingkungan pergaulan kita, memilih teman boleh saja tetapi tidak baik juga jika harus menjauhi dan memusuhi mereka (pengguna narkoba).

Mereka bukan penjahat, mereka hanya korban yang membutuhkan bimbingan dan perhatian yang ekstra. Emosi mereka yang labil dan tidak bisa mengendalikan diri sendiri hingga menjadikan penyalahgunaan narkoba menjadi pelarian. Mereka yang labil secara emosianal biasanya rentan terpengaruh oleh penyalagunaan narkoba.

Kurangnya perhatian dari keluarga dan lingkungan dimana tempat mereka bersosialisasi menjadi pemicu utamanya, seperti contoh kecil misalnya dalam satu keluarga pasti ada yang berbeda karakter satu sama lain, meskipun dilahirkan dalam satu rahim yang sama tetapi tetap saja selalu ada perbedaan yang signifikan dari karakter masing-masing anak.

Seperti halnya bambu semua tidak ada yang lurus, begitupun sifat manusia selalu ada yang di luar kendali. Mereka yang memiliki emosinal yang labil tidak bisa mengendalikan emosional biasanya mudah marah dan sangat sensitif, mungkin disekitar lingkungan keluarga kita sendiri atau pengalaman keluarga teman yang memiliki anggota keluarga yang memiliki ciri seperti yang saya sebutkan di atas, para orang tua ada yang membiarkannya begitu saja namun ada yang memberikan perhatiannya secara berlebih hingga menimbulkan salah faham seperti anggapan pilih kasih dan sebagainya.

Faktor lingkungan keluarga adalah hal terpenting dimana rumah merupakan tempat yang paling sering kita singgahi, Rumahku adalah Surgaku jadikanlah ungkapan tersebut untuk kita fahami dan merealisasikannya dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari dirumah untuk membuat satu sama lain nyaman berada didalamnya.
Menyayangi, memahami dan memperhatikan satu sama lain tentu akan mempengaruhi dampak dari psikologis anak tersebut, jika dalam sebuah rumah telah memberi kenyamanan kemungkinan kecil untuk berbuat hal-hal negatif seperti misalnya penyalahgunaan narkoba mungkin akan terhindar.

Tidak membentaknya dengan nada keras apalagi  ringan tangan jika salah satu dari anggota keluarga ada yang berbuat kesalahan yang fatal (seperti penyalahgunaan narkoba misalnya), hal ini tidak akan membuat mereka kapok justru akan menambah alibi si anak tersebut dengan alasan mereka tidak menyayanginya dan ujung-ujungnya tidak jarang dari mereka melampiaskan ke narkoba dengan tanpa atau sepengetahuan keluarganya.

Untuk itu jika kita menemukan anggota keluarga yang menggunakan narkoba, jangan ragu-ragu untuk melaporkannya ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) untuk di rehabilitasi. Kita tidak perlu malu atau gengsi jika ada salah satu anggota keluarga kita yang di rehabilitasi, justru tindakan kita sudah benar untuk segera merehabitasi pengguna narkoba sebelu keadaan bertambah parah.

Tentu kita tidak mau membiarkan hal buruk terjadi menimpa keluarga kita, setiap hari ada berapa ratus jiwa melayang akibat narkoba, berapa juta jiwa yang telah rusak moralnya akibat dari penyalahgunaan narkoba. Kita sebagai generasi penerus anak bangsa tentu haru mempunyai kesadaran dari diri sendiri tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kita tidak perlu memilah milih teman untuk bergaul karena dari setiap manusia ada sisi negatif dan postifnya, kita yang tidak menggunakan narkoba belum tentu lebih baik dari mereka (yang menggunakan narkoba) hanya cara mereka yang salah hingga memilih untuk menggunakan narkoba sebagai pelarian mereka.

Justru sebaliknya jika kita bisa berbaur dengan mereka (pengguna) kita bisa memberikan pencerahan dan inspirasi bahwa kita juga bisa menjalani hidup tanpa narkoba. Kita bisa sharing seputar permasalahan hidup dan cara menghadapinya karena yang namanya hidup pasti selalu ada masalah dan semua itu tergantung dari bagaimana cara kita menyikapinya jangan sampai kita dimanfaatkan oleh keadaan.

Kasus penyalahgunaan banyak terjadi karena stress, kurang perhatian dari orang tua, pergaulan tanpa dilandasi kesadaran diri sendiri hingga tidak bisa memilih mana yang harus diikuti dan mana yang harus dihindari, beban pikiran yang tidak terpecahkan solusinya, kurangnya pengetahuan ilmu Agama sejak dini dan pribadi yang selalu menutup diri hingga memicu anggapan tidak ada yang peduli atau ada contoh kasus yang hanya sekedar iseng-iseng karena ikut-ikutan teman biar dibilang gaul.

Mereka tanpa menyadari sudah meracuni dan membunuh dirinya sendiri, dan menjadi ketergantungan narkoba sepanjang hidupnya, lebih baik tidak menggunakan sama sekali dari pada kita menjadi pecandu yang akhirnya akan menjadi boomerang bagi diri sendiri. Untuk itu pecandu narkoba bukan untuk di pidana melainkan lebih baik di rehabilitasi untuk dibina.

Peran pemerintah dan pihak terkait juga kerjasama dari masyarakat luas untuk selalu terus mengkampanyekan gerakan anti narkoba serta penyalahgunaan dan pencegahan ada baiknya diadakan secara berkala dimulai dari lingkungan kecil seperti RT/RW hingga ke wilayah-wilayah dengan cakupan luas dengan menyuarakan Sehat Tanpa Narkoba.***


"Indonesia Bergeggas"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Budaya Batak Yang Unik Dan Beragam Di Wedding Batak Exhibition 2024

Wedding Batak Exhibition 2024 Indonesia dengan keberagaman adat dan budaya menjadikan aku sebagai Bangsa Indonesia yang bangga bisa tinggal di negara yang kaya dengan adat dan budaya. Kagum akan semua kebudayaan dan sangat tertarik ingin mempelajarinya, tak terkecuali budaya Batak sebagai suku leluhur keluargaku yang semuanya belum aku pahami, karena opung doli yang kami cinta sudah berpulang lebih dahulu pada waktu aku masih kecil, jadi tidak sempat belajar dan tanya jawab, hehe. Batak, yang menurut banyak orang di cap dengan watak keras dan nada bicara yang tinggi seolah menggambarkan orang Batak itu "galak", padahal tidak demikian, pernah dengar sejarahnya kenapa orang Batak kalau berbicara nadanya tinggi itu karena jaman dahulunya kan mereka hidup berpencar saling berjauhan dan tinggal di hutan gitu, jadi komunikasinya dengan berteriak jadi terkesan galak. Kalau salah koreksi ya!.  Kembali ke Laptop!  Batak Untuk Indonesia Menyambung dengan event yang digelar di CFD Sarin...

Pagelaran Budaya Batak Wedding Batak Exhibition 2024

  Adat adalah Identitas, adat lebih dahulu ada sebelum Republik Indonesia terbentuk, adat harus dihormati dan dihargai ~ Glenn Fredly  Foto: dokpri Bisa dibayangkan kalau seluruh manusia di dunia hidup tanpa adat dan budaya?, mungkin kehidupan tidak akan mengalami kemajuan teknologi, tidak pintar, zaman akan tetap primitif, tidak ada tarian dan nyanyian khas yang menggambarkan suku tertentu. Indonesia yang kaya dengan adat, budaya dan suku, aku bersyukur menjadi bagian dari negara Republik Indonesia, keberagaman adat budaya yang selalu menarik untuk diulik, rasanya belum semua aku pelajari dan mengenalnya karena terlalu banyak dan beragam. Hidup dilingkungan dari suku Batak, menjadikan aku sangat tertarik dengan adat dan kebudayaan leluhur, setiap apapun itu yang berhubungan dengan adat entah itu ketika sedang ada perayaan pernikahan, kelahiran maupun kematian sudah pasti berbeda antara suku satu dengan suku yang lainnya.  Sedari kecil dibesarkan sama opung doli dan opung...

Selalu Waspada Dari Berbagai Macam Penipuan Online Yang Selalu Mengintai

Dompet digital (e-wallet) pada zaman sekarang ini sepertinya sudah menjadi hal yang krusial, karena  sangat membantu mempermudah urusan financial dengan cepat tanpa ribet. Mau transfer uang, mau bayar IPL tidak harus mengetuk pintu pak RT, mau bayar sekolah tidak harus ke ruang Tata Usaha, bayar listrik gak harus ke PLN  dan mau jajan pun tidak perlu ngubek-ngubek tas cari uang receh, tinggal bayar lewat smartphone, semua langsung beres tanpa buang-buang waktu dan energi. Sesimple itu ya hidup dijaman sekarang. Era digital yang serba cepat dengan segala kemudahannya, tentu ada risiko yang mengintai para penggunanya, semua bisa saja jadi korban tanpa pandang bulu. Semakin canggih teknologi maka semakin tinggi juga permasalahan yang dihadapi. Banyaknya penipuan yang memanfaatkan celah digital semakin sini semakin tinggi kasusnya, karena data pribadi seperti KTP bisa saja disalahgunakan oleh penipu, dan itu bisa berakibat buruk bagi kita. Hal ini menunjukkan betapa rentannya kita...